Mulailah Bisnis Kita Sekarang!

Tyas Utomo Soekarsono, Juni 2001,
Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia 2001-20010

“Mimpi kemarin adalah kenyataan hari ini, dan mimpi hari ini, adalah kenyataan esok hari” (Imam Syahid Hassan Al Bana).

Sering kali kita dengar perkataan “Dia sudah hebat sekarang, punya lima toko, karyawan lebih dari 30 orang, omzet sekian milyar… padahal dulu… saya tahu betul dia bukan apa-apa”.  Bukankah kita juga sering dengar cerita pengusaha-pengusaha sukses, yang sekarang sudah memiliki gedung sendiri, mobil mewah, perusahaan go public, ada yang mulai dari memikul tepung beras sendiri, jualan panci sendiri door to door, mengantar paket sendiri, berbecek-becek jualan kue ke pasar tradisional sendiri.  Semuanya dilakukan sendiri, bersusah payah sendiri, mempelajari bisnis ini sendiri dsb.  Pasti, mereka mengakhiri dengan “ah.. itu 10 tahun yang lalu…”. Continue reading “Mulailah Bisnis Kita Sekarang!”

Seri UKM: Gantungkan Cita-Cita Setinggi Langit 2

Tyas Utomo Soekarsono, Mei 2001,
Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia 2001-20010

Sebagaimana kita pahami, bahwa output utama pengusaha adalah keuntungan. Selain hasil utama keuntungan ini, tentunya ada juga output-output lain pengusaha. Output-output lain sebagai pengusaha, tentu saja kemampuan membiayai berbagai aktivitas dengan kekayaan yang dimiliki. Bukankah sebaik-baiknya kekayaan adalah di tangan muslim?. Bayangkan bagaimana dulu para sahabat menyumbang dalam berbagai peperangan dan pembangunan. Tentunya kita pun bisa menjadi pengusaha besar melakukan hal yang sama untuk pebangunan negeri ini. Belum lagi dengan kekayaan yang kita miliki, kita bisa membiayai kegiatan-kegiatan social, dakwah dan lain sebagainya. Continue reading “Seri UKM: Gantungkan Cita-Cita Setinggi Langit 2”

Seri UKM: Gantungkan Cita-Cita Setinggi Langit (Bagian I)

Terbayangkah oleh kita berapa gaji lulusan sarjana? Paling banter tanpa pengalaman Rp. 1.5 juta per bulan (setidaknya itulah harapan lulusan sarjana ekonomi UI tempat saya mengajar). Berapa lulusan MM atatu MAKSI, dengan pengalaman kerja satu atau dua tahun? Paling-paling Rp. 3 juta per bulan. Kalau agak untung, mungkin 4 atau 5 juta per bulan. Saya mempunyai teman yang bekerja di perusahaan swasta, 15 tahunan, karir kurang bagus, tapi konsisten dan agak santai, berangkat jam 6, pulang jam 6 sore lagi, hingga sekarang kurang lebih Rp. 5 juta an bersih. Tapi ada teman yang bekerja di Multi National Corporation (MNC), berangkat jam 6 pagi, pulang 10 malam, setiap hari, Sabtu sering lembur, gaji bisa Rp 15 – 20 jutaan per bulan, plus mobil mewah. Continue reading “Seri UKM: Gantungkan Cita-Cita Setinggi Langit (Bagian I)”

Triathlon menuju Quran

Pertama kali terinspirasi menghafal Quran dengan serius adalah pada saat tahun baru 2016 di Ho Chi Minh. Walaupun sudah lama meniatkan namun kesungguhan hati muncul saat itu. Maka mulailah saya mencari dan membaca buku-buku mengenai menghafal Quran. Saya pun bertanya-tanya dan mengajak diskusi kepada beberapa orang mengenai keinginan niat saya ini.

Satu hal yang menurut buku-buku tersebut sangat penting adalah adanya seorang ustadz atau guru tempat kita menyetor hafalan. Dan setelah saya bertanya2 kepada teman-teman pengajian saya, akhirnya saya bertemu dengan ustadz Zaki al hafidz, yang banyak mengajar di Program Tahfidz Al Hikmah, Bangka, Jakarta Selatan. Continue reading “Triathlon menuju Quran”

Memulai Olahraga Triathlon

Saya berolahraga triathlon pertama kali diperkenalkan oleh salah satu teman saya Anindya Bakrie.  Tahun 2012, saya tidak sengaja bertemu dengan beliau sedang berenang d Hotel Sultan, dan menawarkan saya untuk menggantikan beliau yang sudah daftar di salah satu lomba Triathlon di pulai Bintan. Waktu itu saya hanya perlu untuk menggantikan beliau berenang 750 meter saja di laut.

Saya waktu itu langsung mengiyakan walaupun sudah 17 tahun tidak pernah berenang. Waktu itu ketemu hari Rabu dan diajak untuk berenang hari Sabtu. Karena mengiyakan, hari Kamis saya langsung mencoba berenang di kolam renang sejauh 800 meter dan ternyata kuat. Waktu itu masih berenang dengan gaya dada dengan waktu 40 menit. Continue reading “Memulai Olahraga Triathlon”