Video Games Mempengaruhi Hidup Saya

oleh Zaid Najmuddin

Games, siapa yang tidak pernah main game? Pasti semua pernah main game kan, entah itu permainan seperti petak umpat, petak jongkok, tapak gunung, benteng-bentengan. Tentunya kita juga harus membatasinya dikarenakan kegiatan lain yang lebih penting yaitu sekolah, belajar, mengikuti bimbel les dan sebagainya yang menjadi prioritas.

Namun bagi beberapa orang, membatasi keseruan game tidak mudah, mereka lebih mementingkan keseruan permainan tersebut sehingga yang seharusnya menjadi prioritas kita dikesampingkan. Walaupun menyadari hal tersebut biasanya anak-anak seusia kita malah menggampangkan prioritas. Apalagi jaman sekarang, teknologi modern yang sudah sangat berkembang pesat. Anak-anak dapat dengan mudah mengakses berbagai macam game yang lebih menyenangkan dan menghilangkan kebosanan. Bukan hanya anak-anak tapi juga remaja keatas. Sehingga kalau tidak bisa membatasi diri bisa kecanduan dan akan menyita banyak waktu.

Dampak main game juga tidak semuanya positif, tentu saja semuanya ada positif negatifnya. Positifnya adalah mengisi kebosanan, untuk menghilangkan penat, dan mengisi waktu kosong. Namun dampak negatifnya juga ada yaitu menyita waktu hingga melupakan prioritas yang harus didahulukan, mengurangi waktu istirahat yang sebagai manusia kita membutuhkan 8 jam tidur sebelum tengah malam, kelamaan didepan layar juga mempengaruhi otak, dan mata pun bisa lelah yang bisa berdampak juga kita mengalami minus di mata. Oleh karena itu, bukannya game itu tidak diperbolehkan, tetapi kita harus tau waktu kapan harus berhenti dan istirahat.

Sifat ini yang sangat dikhawatirkan orang tua pastinya. Semua orang akan khawatir anaknya bermain games seharian. Sebagian orang tua menyuruh anaknya untuk pergi keluar rumah untuk bermain dengan temannya atau yang lain demi menghindari anaknya menjauh dari bermain games. Tapi itu tidak cukup untuk menghindari dari bermain games. Karena games merupakan sumber hiburan bagi anak-anak. Saat anaknya berperasaan sedih atau jenuh, mereka akan memilih bermain games untuk menghibur dirinya. bermain games sangat mengurangi titik jenuh seseorang. Di sisi lain, saat seseorang tidak bisa membatasi waktunya untuk bermain games, hal ini berdampak buruk. Dia akan melupakan dan tidak memedulikan lingkungan sekitarnya. Dampak ini biasanya sangat dikhawatirkan oleh orang tuanya. Mereka akan mencari cara untuk menghindari dampak tersebut.

Memang saya sudah di luar batas untuk bermain games. Saya merasa menyesali akan seringnya bermain games saat SMP. Saya menyesal karena bermain games seharian di rumah yang membuat saya malas, lupa akan waktu, bahkan mengabaikan kegiatan-kegiatan yang lebih penting daripada bermain game seharian. Saat saya memasuki SMA, saya sudah berusaha mengurangi waktu bermain games. Walaupun saya tidak merasakan akan perubahannya, saya tetap berusaha untuk menghindarinya dengan bermain dengan teman, belajar bareng dengan teman, atau melakukan kegiatan yang positif diluar rumah.

Saya pun pernah berhenti bermain games. Pada saat saya sedang menyenangi seseorang, saya sempat berhenti bermain games. Saat saya menghadapi masalah, saya mulai bermain games lagi demi menghibur diri saya. Saya tidak tahu lagi apa yang akan saya lakukan saat itu selain bermain games. Saat saya bermain games, saya lupa masalah yang saya hadapi itu. Untuk sementara itu saya bisa melepaskan rasa sedih saya dan saya dapat menghibur diri saya.

Saya bermain games sampai saat ini, saat saya masuk dunia perkuliahan. Dunia perkuliahan sangatlah berbeda dengan saat masih memasuki sekolah. Memang ini pertama kali saya memasuki perkuliahan. Untuk merasakan atmosfir di perkuliahan merupakan hal biasa yang di alami oleh semua orang yang berkuliah. Saya juga telah mengurangi waktu bermain games saya. Karena perkuliahan sangatlah berbeda dengan sekolah di SMA dan di SMP, saya masih bersikap saat saya memasuki SMA. Dunia perkuliahan itu sangat melepaskan mahasiswanya untuk bersikap lebih dewasa dan sangatlah ketat akan aturannya. Saya belum menyadari akan hal itu. Mungkin menurut saya itu sangatlah di maklumi karena saya baru beranjak ke perkuliahan.

Sejujurnya saya telah berusaha dengan mengurangi waktu saya dipergunakan untuk bermain games dan dibanding masa-masa lalu saat ini lebih jarang main. Saya menyesal hal ini terjadi dengan saya. Saya juga berhenti bermain games sesaat-sesaat. Semoga saya bisa berubah dan ber sikap lebih baik lagi. Hal ini saya jadikan sebagai pelajaran bagi saya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *