Saya Ingin Membahagiakan Orang Tua Saya

Zaid Najmuddin, Juni 2017

Setiap orang tua pasti ingin memberikan sebaik mungkin untuk anaknya. Diberikan kebebasan, uang saku, handphone, pakaian-pakaian dan juga pendidikan yang baik. Orang tua mencari nafkah dengan usaha mereka sendiri untuk anak-anak nya setiap hari. Yang mereka inginkan hanya untuk anak nya bahagia dan senang dengan memberikan bisa jalan-jalan, bisa beli barang-barang yang diinginkan, bisa hidup dengan layak. Tetapi setiap orang tua pasti ingin mendapatkan timbal balik dengan nilai-nilai bagus, pintar, dan rajin.

Memang sayang nya saya bukan anak yang seperti itu, saya anak yang tidak mempunyai nilai-nilai bagus, pinter dan apalagi rajin, kerjaan saya hanya bermain-main. Saya diberikan terbaik sejak saya lahir, diberikan pendidikan yang baik sejak TK. Saya TK di Al-hikmah setelah itu SD di Al-hikmah tetapi hanya sampai kelas 5 karena saat kenaikan kelas 6 saya tidak lulus. Saya saat kelas 5 benar-benar anak yang menyebalkan dan selalu kabur-kaburan dari kelas, dengan itu saya harus pindah sekolah, yaitu SDIT Al-furqon. Saya lulus di SDIT Al-furqon dengan nilai yang biasa-biasa saja setelah itu masuk lah SMP.

Orang tua saya ingin saya sekolah di SMP Labschool Kebayoran, tetapi saya tidak sepintar itu dan ibu saya tidak mengingkan saya masuk negeri. Oleh karena itu saya dimasukan di HSKS (homeschoolingkakseto) sebuah homeschooling. Di HomeSchoolingKakSeto saya mengikuti program komunitas yaitu murid yang datang ke sekolah bukan guru yang ke rumah. Untuk saya tidak terlalu malas sekolah. Dalam sekolah tersebut dikelas saya hanya ber isi 8 orang 4 laki-laki 4 perempuan.

Saya diHomeSchoolingKakSeto cukup senang karena saya mempunyai teman-teman yang baik terhadap saya, guru-guru nya membantu saya untuk sekolah yang rajin, saya di HomeSchoolingKakSeto 3 tahun penuh disana. Saya mempunyai teman-teman yang sampai sekarang peduli sama saya. Setelah SMP ibu saya meminta saya untuk memasuki SMA Labschool Kebayoran. Tetapi ibu saya lupa mendaftarkan saya oleh karena itu ibu saya mencari sekolah yang mirip seperti SMA Labschool Kebayoran. Dan ketemu lah SMA Garuda Cendekia, sekolah baru yang ada di Bangka Jakarta Selatan. Saya di sekolah tersebut menjadi angkatan pertama, dan hanya mempunyai jumlah 20 murid. Rencana ibu saya adalah 1 semester di SMA Garuda Cendekia dan pindah ke SMA Labschool Kebayoran. Tetapi tidak berhasil karena Kepala sekolah SMA Labschool Kebayoran tidak ingin mengambil murid dari SMA Garuda Cendekia karena pak Arief Rahman. Setelah kejadian itu saya akhir nya memputuskan untuk di SMA Garuda Cendekia sampai selesai.

Saat saya kelas 3 SMA saya mengikuti tes untuk memasuki Binus University dan akhir nya saya diterima. Saat saya diterima Binus meminta untuk bayar langsung disaat itu saya ragu-ragu dan saya tidak begitu inginkan Binus karena biaya kuliah di Binus sangat mahal. Tetapi karena beberapa alasan saya akhir nya memuutuskan untuk memasuki Binus. Saya sejujurnya menyesal tidak mengikuti Tes untuk memasuki universitas negeri. Tetapi saya tidak diam disini dan memikiran masa lalu dan menyesal. Saya harus tetap melanjutkan hidup saya. Saya di Binus sayang nya harus keluar lebih awal dikarena saya melanggar peraturan saat melakukan UTS. Saya di Binus hanya 8 bulan, saat ini saya sedang mencari kuliah lagi. Orang tua saya bisa dibilang cukup baik karena mereka mengikuti kemauan saya. Dan saat saya gagal di Binus orang tua saya hanya ingin saya untuk tidak menyesal dan tetap maju, dan mempunyai tujuan hidup.

Saya mengerti jika menjadi orang tua pasti ingin mempunyai anak untuk diceritakan untuk teman-teman dan keluarga. Dan saat ini saya tidak mempunyai hal yang untuk diceritakan buat mereka. Tetapi orang tua saya beda mereka tidak membutuhkan hal tersebut. Bapak saya menanyakan kepada saya “mengapa abi akhir-akhir ini menghafalkan al-quran?” saya menjawab “untuk anak-anak?” bapak saya dengan suara tegas menjawab “untuk eyang putri eyang kakung!”. Setelah mendengar bapak saya ngomong itu saya mengerti bagaimana untuk membahagiakan orang tua. Tidak dengan mobil, rumah, emas, atau uang yang banyak. Tapi cukup dengan menghafal al-quran dan membaca nya setiap hari sudah cukup untuk orang tua saya.

Segampang itu kemauan orang tua saya untuk dipersembahkan, dari semua uang untuk saya jalan-jalan, sekolah, kuliah. Mereka hanya ingin satu hal untuk mereka, luar biasa!! Saya berjanji dan berdoa semoga saya bisa menjadi anak yang menjadi perhiasan bagi orang tua saya, yang menyenakan bagi orang tua saya di kemudian hari. Amin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *