Membuat Neraca dan Rugi Laba

Tyas Utomo Soekarsono, Agustus 2004
Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia 2001-2010

Setelah abi mencatat ke dalam account-account yang kita kembangkan di tulisan yang terakhir, sudah saatnya kini kita membuat neraca dan laporan rugi laba.  Pada intinya, menyusun neraca dan rugi laba dilakukan dengan mengambil saldo-saldo yang ada di account (perhatikan saldo yang hurufnya ditebalkan):

Sehingga dapat kita susun neraca dan rugi laba sebagai berikut:

AlhamduliLlah, Neraca dan rugi laba sudah tersusun, dan sekarang abi bisa menjawab semua pertanyaan ummi mengenai aktivitas bisnis abi hari itu.  Hari ini untung 975 ribu rupiah.  Itulah pertanyaan ummi yang kemarin tidak bisa dijawab abi.

Pada saat sebelum tidur dan ditunjukkan neraca dan rugi laba, ummi agak kaget juga karena dia melihat ada utang ke perusahaan sebanyak 550.000.

“Bi, ini ummi utang apa?  Kan nggak pakai akad?  Nanti kalau ummi meninggal bisa terhambat masuk surga dong karena utang ini?”  ujar ummi sambil bersungut-sungut.

“Tenang ummi…” abi kalem saja.  “itu uang modal yang kepakai untuk meminjamkan tetangga yang melahirkan kemarin sebanyak 500.000,  dan 50.000 mainan anak-anak yang kemarin… karena inti dari laporan kekuangan adalah pemisahan kekayaan usaha dan pribadi sehingga kinerja usaha terlihat objektif, maka itu uang abi anggap saja sebagai pinjaman pribadi kita…”

“Oh gitu, tapi nanti kalau ummi kenapa-kenapa, terus gimana?”

“Ya nanti bisa kita jadikan biaya sehingga mengurangi keuntungan… makanya dalam bisnis ini uang usaha jangan kebanyakan dipakai untuk keperluan-keperluan pribadi yank…”  ujar abi dengan mata penuh kasih sayang.

“oh gitu, wah abi canggih juga sekarang ya… AlhamduliLlah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *