Seri UKM: Rencanakan Bisnis Anda

Tyas Utomo Soekarsono, Februari 2002,
Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia 2001-2010

David Bangs mengemukakan dalam bukunya langkah-langkah usaha bahwa “seorang pengusaha yang tidak bisa membuat perencanaan sebenarnya merencanakan kegagalan. Banyak diantara kita menjalankan bisnis dengan filosofis “air mengalir”, atau barangkali idenya tercampur dengan konsep pasrah dan tawakkal.  Saya terkadang tidak habis berpikir, apakah pernyataan “ah saya sepertinya mengembangkan bisnis sampai seperti ini, tidak pakai bisnis plan bisnis planan kok…!” itu benar-benar terjadi, atau kah hanya pura-pura.  Artinya, di dalam kepala sang pebisnis sudah direncanakan, tetapi tidak dikemukakan secara sistematis.

Banyak pula diantara kita yang melakukan bisnis dengan ide coba-coba.  Saya yang melihat pentingnya muncul jiwa enterpreneurship baru, sama sekali tidak melarang coba coba.  Tetapi akan lebih baik kalau coba-coba pun direncanakan dengan baik.  Yang saya dorong adalah actionnya… dan merencanakan adalah bagian dari action itu sendiri.

Sudah beberapa kali saya menulis betapa terkesimanya saya dengan ketawakkalan seorang pengusaha muslim yang memiliki karyawan pabrik 400 orang, tidak pernah merencanakan penjualan dsb, dan usahanya sudah bertahan 10 tahun.  Namun demikian, saya tidak heran pula kalau baru-baru ini saya dengar bahwa yang bersangkutan mendapat permasalahan dalam penjualan dan penagihan piutang.   Dilain pihak, jumlah karyawan, yang nota bene identik dengan biaya operasional, tidak berkurang.

Secara umum, suata rencana usaha yag ditulis secara resmi dan terstruktur merupakan perangkat yang tepat untuk tetap mengendalikan perusahaan dan menjaga agar usaha kita tetap fokus.  Secara definisi, bisnis plan dapat diartikan sebagai dokumen yang menggambarkan keyakinan bahwa bisnis anda ini prospektif bagi para investor dan atau partner anda.  Bisnis plan ini dapat digunakan untuk mendapatkan pinjaman dari perbankan, untuk mencari investor bagi usaha anda, untuk mencari partner dalam usaha anda, untuk mendaptkan pegawai yang baik dsb.

Kerangka Rencana Usaha

 Mengingat pentingnya dari tujuan dibuatnya rencana usaha, maka perlu dibuatkan rencana usaha yang komprehensif dan sistematis.  Secara garis, sebuah bentuk rencana usaha mencakup hal-hal sebagai berikut:

Profil usaha anda.

Profil usaha anda mencakup mulai dari sejarah usaha anda, dilanjutkan dengan visi dan misi usaha anda, nama perusahaan anda, siapa tim manajeman,  lokasi usaha dan jenis usaha anda.  Visi dan misi usaha menggambarkan suatu cita-cita untuk apa usaha anda didirikan.  Biasanya visi dan misi menggambarkan komitmen di jangka panjang.

Nama perusahaan pun perlu dipikirkan dengan baik.  Sebaiknya nama perusahaan kita tidak terlalu panjang, simple, mudah dieja, mudah diingat, menggambarkan produk kita, tidak menyinggung norma, dan tidak kuno.  Bila kita merencanakan usaha kita di jangka panjang dikenal di luar negeri, sebaiknya nama usaha kita pun mudah dibaca oleh orang asing.

Dalam profil ini, pentingnya anda menggambarkan siapa tim dalam usaha anda akan meyakinkan siapa pun yang membaca rencana usaha anda bahwa memang usaha ini dikelola oleh orang yang tepat.  Tidak salah kalau kita pun mempercayai hadits “berikanlah sesuatu pada ahlinya”.  Di sinilah kita mempromosikan bahwa memang usaha kita ini dijalankan oleh orang yang tepat dan berkomitmen dalam menjalan usaha anda.

Lokasi usaha dan jenis usaha juga harus dikemukakan agar pembaca rencana usaha kita mendapat gambaran.  Harus difikirkan apakah usaha anda memerlukan tempat yang strategis, atau yang sekedar luas saja.  Bila anda butuh  kantor pemasaran, tentu anda butuh tempat yang ramai dan strategis.  Tetapi bila anda adalah pabrik sepatu, tentu tidak perlu yang ramai, tetapi dekat dengan material, fasilitas air listrik yang cukup,  mudah transportasinya untuk mengirim barang dan karyawan anda.

Pasar dan Strategi Anda

Dalam bagian ini, anda harus menggambarkan pasar dari usaha anda.  Dimulai dari potensi pasar secara umum hingga target pasar anda, dan seberapa besar anda dapat berekspektasi dalam mendapatkan bagian dari pasar itu.  Dengan sedikit penelitian, rencana bisnis anda akan menjadi lebih meyakinkan.  Angka mulai diperlukan di sini.  Anda tidak hanya bicara “oh pasar kita besar”, tetapi “potensi pasar adalah 5 juta orang”.  Selanjutnya lebih didetailkan siapa pangsa pasar anda, bisa dilihat dari lokasi, dari hobi dsb.  Selanjutnya anda juga dapat menuliskan dalam rencana usaha anda, siapa-siapa saja kompetitor anda, dan strategi pemasaran yang dapat dilakukan: apakah dengan sistem penjualan langsung, bagaimana sistem promosi anda, bagaimana anda menghadapi pesaing anda dsb.

Aspek Keuangan

Secara ringkas, aspek keuangan dalam rencana bisnis mencakup dua hal: perhitungan keuangan dan perhitungan investasi.  Dalam masalah keuangan, tiga hal yang harus ada : proyeksi rugi laba, neraca dan alur kas. Dalam perhitungan investasi, perlu dihitung berapa banyak investasi yang dibutuhkan dan apa saja yang diperlukan.  Dan yang terpenting adalah kapan investasi usaha kita akan kembali dan berapa pengembaliannya.

Aspek keuangan ini bisa dianggap sebagai bagian yang terpenting, yang merupakan terjemahan dari seluruh rencana usaha yang digambarkan dalam bagian-bagian sebelumnya.  Di sinilah strategi penjualan anda diterjemahkan dalam target penjualan.  Di bagian inilah lokasi perusahaan anda dan karyawan anda diterjemahkan dalam bentuk biaya sewa kantor dan gaji karyawan.  Di sinilah strategi pemasaran anda diterjemahkan dalam berapa biaya pemasaran anda. Dan yang terpentig, bagi investor, di sinilah anda menjawab berapa dan kapan keuntungan yang anda janjikan itu.  Seringkali saya bila mengajukan proposal pada investor, pertanyaan yang pertama adalah “kapan uang saya kembali” dan “berapa”.

Saya pernah melihat sebuah bisnis plan yang setebal 300 halaman (dengan berbagai lampirannya), namun saya pun pernah melihat bisnis plan yang hanya 8 halaman.  Bahkan saya melihat seseorang merencanakan usahanya hanya dalam coret-coretan selembar kertas.  Sekaranglah saatnya kita memulai untuk membuat rencana usaha kita.  Bukankah tidak perlu biaya dan modal uang untuk berpikir dan berencana? Lagi pula,  dengan demikian, kita mulai mengaplikasikan konsep tawakkal yang harus didahului dengan  berencana dan berusaha semaksimal mungkin.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *