Seri UKM: Bagaimana Memilih Mitra

Tyas Utomo Soekarsono, Maret 2002,
Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia 2001-2010

Bentuk usaha kemitraan (partnership) adalah kerjasama dua orang atau lebih yang bersama-sama memiliki sebuah bisnis dengan tujuan menghasilkan laba.  Bentuk kemitraan yang kita kenal adalah firma dan CV.  Firma adalah bentuk kemitraan dimana seluruh mitra berpartisipasi aktif dalam menjalankan usaha dan bertanggung jawab secara bersama-sama.  CV adalah bentuk kemitraan yang mengenal adanya mitra aktif dan pasif (komanditer).  Mitra aktif adalah mitra yang iut memiliki, mengoperasikan, dan mengelola bisnis serta memiliki kewajiban tidak terbatas terhadap hutang persekutuan, sedangkan mitra komanditer adalah anggota kemitraan yang tidak berperan aktif dalam mengelola perusahaan dan kewajibannya pada hutang kemitraan sebatas uang yang ditanamkannya.

Kenalilah Mitra Anda

Salah satu aspek yang paling penting adalah memilih partner anda dalam melakukan usaha.  Seringkali kita dengar bahwa sebuah kemitraan pecah setelah menjadi besar.  Hal ini sering terjadi karena beberapa hal.  Penyebab pertama adalah tidak adanya kecocokan dalam masalah visi, misi, cita dan cara kerja.  Memilih partner bisnis itu seperti memilih pasangan hidup, karena dengan dialah kita benar-benar berjuang untuk mencapai cita-cita bersama.  Oleh karena itulah, biasanya orang-orang yang cocok untuk bermitra, biasanya memiliki pandangan-pandangan yang sama dalam berbisnis.

Namun demikian, jangan salah beranggapan bahwa dua orang teman dekat dari kecil, pasti akan cocok pada saat berbisnis.  Saya ada pengalaman dua teman saya yang bersahabat sejak SMA, istilahnya sehidup semati, mulai dari belajar bersama, main bersama, hingga berkelahi bersama.  Pada saat mereka selesai kuliah, memutuskan untuk bermitra dalam usaha, dan dalam waktu tidak lebih dari setahun, mereka menyadari tidak cocok dalam berbisnis, tetapi hanya cocok untuk berteman biasa saja.  Karena dalam melakukan bisnis, mereka tengkar terus, dan yang terakhir, malah kelahi fisik, seperti waktu SMA dulu.

Oleh karena itulah, kenalilah mitra bisnis anda.  Pendekatannya bisa bermacam-macam, ada yang dimulai dari mengenal kehidupan keluarga, lingkungan dan aktifitas social, banyak berdiskusi untuk bermacam-macam hal, yang mana nanti muaranya haruslah kesamaan dalam pandangan-pandangan bisnis.   Saya diberitahu seorang manajer salah satu bank bahwa dalam dunia perbankan, tingat manajer atas dan direksi sebaiknya dapat bermain golf.  Mengapa bermain golf? Ternyata saya baru tahu bahwa dalam bermain golf, yang memakan waktu seharian itu, kesempatan untuk diskusi, menggali stabilitas emosional, bahkan menggali perilaku yang asli dengan berlomba dalam golf, dapat membantu para bankers untuk mengambil keputusan apakah calon-calon debitur itu orang yang jujur atau tidak.

Kesamaan pandangan bisnis ini bisa dimulai dari yang sifatnya konsep hingga yang sifatnya praktis.Bila dua orang mitra memiliki cita-cita yang berbeda, maka dalam perjalanan waktu, akan ada titik dimana salah satu tidak merasa cocok lagi.  Sebagai gambaran, bila mitra anda memiliki cita-cita omzet penjualan hanya 500 juta per tahun tentunya akan memiliki etos kerja yang berbeda dengan anda yang memiliki target penjualan misalnya 5 milyar per tahun.  Contoh lain, bila anda menginginkan perusahaan yang memiliki “corporate culture” yang mapan sehingga bisnis anda bisa bertahan turun temurun, tentunya anda akan berbeda melihat partner anda yang memiliki cara pandang sekedar “pedagang”, beli, jual, untung dibagi.

Kesamaan pandangan inilah yang penting, karena dengan demikian anda akan mendapat mitra yang tepat, sesuai dengan tujuan anda berbisnis.  Anda tidak mungkin mendapatkan mitra yang sama persis dengan anda, tetapi setidaknya anda mengetahui karakter mitra anda dan bagaimana menyikapinya.  Sekali lagi, sama seperti pernikahan, yang penting adalah bagaimana anda dapat menyesuaikan diri dengan karakter mitra anda. Dalam tataran teknis atau operasional, anda melihat ternyata mitra anda kalau datang ke kantor siang sekali, tetapi sering kali pulang larut malam, padahal anda orang yang disiplin datang pagi, pulang sore.  Atau dalam strategi pemasaran, anda melihat bahwa partner anda ternyata sangat agresif, sedangkan anda orang yang lebih baik pelan-pelan tapi dengan strategi yang matang.  Kemampuan anda dan mitra andalah bagaimana menyesuaikan karakteristik dan perilaku bisnis masing-masing partner ini.

Pastikan “hitung-hitungannya”

Sering kita dengar kemitraan yang pecah setelah menjadi besar.  Istilah saya “grogi tidak siap menjadi kaya”  Pada waktu tidak punya uang, semua berjalan mulus, pada waktu sudah punya uang, mulailah perilaku berubah.  Hal ini memang suatu hal yang wajar saya.  Perilaku seseorang memang bisa berubah bila jumlah uang yang dikelola semakin banyak.

Oleh karena itulah, tulislah perjanjian yang menggambarkan hak dan kewajiban, tugas-tugas dan sebagainya.  Istilahnya: “hitung-hitungannya”.  Terkadang kita karena baru memulai usaha, merasa senang betul dengan mitra kita, sehingga menggampangkan hitung-hitungannya.  Atau bahkan kita merasa “ah, masa belum apa-apa sudah bicara pembagian keuntungan, tidak etis rasanya…nanti dibilang serakah..”  Padahal, ini adalah hal yang sangat krusial.  Bagaimana kita bisa bekerja sepenuh hati kalau kita tidak tahu pembagian tugas, hak dan kewajiban kita.

Kalau kita tidak menaruh uang dalam usaha, mungkin kita tidak terlalu hitung-hitungan.  Tetapi kalau kita menginvestasikan uang kita, tentunya kita ada harapan berapa uang yang akan kembali, dsb.  Menurut saya, hitung-hitungan itu bukan menunjukkan serakah berorientasi hasil, tapi bisa dianggap sebagai doa kita dalam berbisnis.  Kita berdoa semoga nanti kita untung dalam bisnis kita, dan kita berdoa agar kemitraan kita nanti dapat langgeng.

Allah yang Menyatukan Hati

Yang terakhir tentunya, jangan lupa bahwa Allah lah yang menyatukan hati kaum mu’minin.  Oleh karena itulah, selalu berdoa agar ta’liful qulub (ikatan hati) anda dan partner anda itu selalu dihadirkan oleh Allah dalam bisnis ini.  Dan saya melihat bahwa ikatan dan cita-cita da’wah merupakan media ikatan hati yang langgeng dalam bisnis ini.  Selamat memilih Mitra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *