Seri UKM: Apakah Anda Bermental Pengusaha

Tyas Utomo Soekarsono, Desember 2001,
Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia 2001-20010

Dalam sebuah kesempatan studi banding pengembangan UKM di Taiwan awal bulan November ini, saya menanyakan pada seorang Dirjen Standarisasi,  Kementrian Ekonomi Taiwan mengenai strategi mereka dalam membangun perekonomian Taiwan.

Taiwan, negara berpenduduk 20 juta jiwa dengan pendapatan per capita USD 14000 per tahun (bandingkan dengan Indonesia yang USD 600). ini, merupakan sebuah negara yang membangun perekonomiannya dengan basis UKM.  Dengan total perusahaan yang ada Taiwan sebanyak 1 juta perusahaan, 99 persen merupakan UKM. Yang menarik lagi adalah bahwa persentasi pendapatan negara, 70 % adalah dari industri, dan 30% dari pertanian.  Artinya, hampir seluruh UKM yang ada di Taiwan berhubungan dnegan industri, yang mana sebagian besar adalah barang-barang elektronik.  Taiwan adalah sebuah negara yang memiliki cadangan devisa ketiga terbesar di dunia. Artinya pula, Taiwan adalah salah satu negara pengekspor yang sangat diuntungkan oleh perdagangan antar negara.

Jawaban Dirjen atas pertanyaan saya kira-kira begini: “Kami tidak pernah merencanakan perekonomian dibangun berdasarkan  UKM.  Barangkali ini jadi berkembang seperti ini karena kebudayaan.  Orang Cina itu budayanya adalah bisnis.  Mereka tidak pernah mau menjadi pegawai.  Sehingga, bila bekerja pada orang, selalu sebentar, dan kalau sudah tahu bisnisnya, maka akan membuka sendiri.”  Hal ini berbeda dengan Korea Selatan, yang mana karakter mereka adalah profesional, sehingga perusahaan yang berkembang pun perusahaan konglomerasi.

Aduh!! Dari jawaban itu, saya langsung berpikir ke bangsa Indonesia ini. Tiga ratus lima puluh tahun dijajah oleh bangsa lain, 32 tahun dijajah satu orang dari bangsa sendiri, dan hampir 4 tahun terakhir ini, masyarakat menjajah dirinya sendiri. Dengan kondisi demikian, kepribadian bangsa kita bisa dimiliki kepribadian masyarakat terjajah, kepribadian abdi dalem kerajaan, kepribadian pejabat asal bapak senang, dan kepribadian pejabat pengatasnamaan rakyat.  Untung kita kenal Islam, jadi masih ada kepribadian kita tidak terkontaminasi oleh kebudayaan kita yang carut marut ini.

Self Test Karakter Kewirausahaan

Kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan pekerjaan berdasarkan sumber daya yang tersedia.  Kewirausahaan adalah sebuah mental, sikap dan perilaku yang tidak muncul begitu saja.  Beberapa karakter kewirausahaan secara ringkas dapat saya kemukakan disini  adalah akrab dengan kegagalan, mentalitas tahan banting dengan berbagai cobaan, mau mengorbankan waktu dan tenaga,  dan yang terakhir adalah semangat pencapaian cita-cita yang tidak pernah padam.

Untuk mempermudah menterjemahkan karakteristik di atas dan untuk dapat melihat apakah anda dapat memiliki karakter wirausahawan, beberapa pengusaha sukses dunia membuat semacam “self test” yang dikembangkan.  Berhubung kita percaya belajar pada semua orang,  tidak ada salahnya kita mengambil salah satun self test yang dikembangkan oleh Lilian Vernon[1] berikut ini.

[1] Lilian Vernon adalah pendiri Lillian Vernon Corporation, sebuah perusahaan multi billion yang bergerak dalam penjualan aksesoris perhiasan wanita yang telah dijual ke selurh dunia.  Daftar ini diambil dari Lillian Vernon, An Eye for Winners: How I Built One of America’s Great4st Direct Mail Businesses (New York: HarperCollins, 1996) pp. 204-206

Dengan mengisi jawaban di atas secara jujur, barangkali kita dapat melihat diri sendiri apakah betul kita sudah memiliki karakter wirausahawan, dan kalau belum, barangkali bisa kita siapkan dari sekarang.  Saya sendiri termasuk orang yang percaya bahwa mentalitas dapat berubah bila kita menghendaki.  Bukankah Allah tidak akan merubah nasib suatu ummat kalau ummat itu tidak mau merubah perilakunya sendiri?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *