Seri UKM: Keuntungan Bentuk Usaha Perseroan

Tyas Utomo Soekarsono, Juli 2001,
Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia 2001-20010

Bentuk usaha yang terakhir yang akan saya bahas adalah bentuk usaha perseroan.  Perseroan Terbatas (PT) adalah bentuk badan hukum perusahaan yang kepemilikannya direpresentasikan dengan saham-saham yang menunjukkan hak dan kewajiban yang terbatas dari sang pemilik.  Saham PT dapat diperjualbelikan yang artinya kepemilikan perusahaan dapat berpindah-pindah.  Di Indonesia, sayaan PT seringkali ditambahkan tbk dibelakang nama perusahaan, sebagai contoh PT ABC (tbk).  Tbk adalah kepanjangan dari “terbuka”, yang artinya perusahaan tersebut adalah perusahaan yang sudah “go public”, yang mana sahamnya sudah diperjualbelikan secara bebas di pasar modal.  Bila belum go public, perusahaan dapat kita jual melalui teman-teman atau rekan-rekan bisnis kita,

            Keuntungan PT  yang pertama adalah kewajiban terbatas para pemegang saham.  Pemilik memiliki kewajiban atas perusahaan sebatas persentase kepemilikannya saja di perusahaan, dan tidak dapat dituntut hingga ke kekayaan pribadi.  Yang dimaksud dengan kewajiban ini adalah apabila perusahaan yang bersangkutan memiliki pinjaman, dan perusahaan kita bangkrut.  Dalam perusahaan, posisi hutang lebih tinggi kadar kewajibannya dibandingkan dengan modal.  Oleh karena itu, bila sebuah perusahaan bangkrut, maka seluruh asset perusahaan harus dijual untuk menutupi kewajiban-kewajiban yang harus dibayar.  Yang harus dibayar pertama kali adalah hutang-hutangnya terlebih dahulu, baru setelah itu modal saham.

Dalam bentuk usaha yang lain, apabila seluruh harta yang telah dijual tidak dapat memenuhi kewajiban perusahaan, maka sang pemilik akan dituntut hingga ke harta pribadi untuk melunasi kewajiban-kewajiban tersebut.  Dalam PT, apabila kewajiban tidak dapat terpenuhi, maka pemilik saham tidak mendapatkan kembali uang yang telah dimasukkan ke dalam perusahaan, dan perusahaan yang bersangkutan dinyatakan pailit.  Dengan demikian, tidak ada kewajiban bagi pemegang saham untuk memenuhi kewajiban-kewajiban perusahaan.

Keuntungan bentuk PT seperti inilah yang sayangnya banyak disalahgunakan oleh para pengusaha besar kita.  Mereka mengambil hutang sebanyak-banyaknya (yang mana dengan sistem perbankan kita yang bobrok, pemberian pinjaman yang ceroboh menjadi merupakan hal yang bisa diatus), yang mana kemudian para pemegang saham dengan berbagai cara dan metode mengambil uang untuk keperluan pribadi, dan menyatakan tidak dapat membayar hutang.

Oleh karena itulah, saat ini, seringkali pihak peminjam uang meminta jaminan pribadi (personal guarantee) dari pemegang saham untuk mengembalikan pinjaman.  Contoh elegan dari dilaksanakannya personal guarantee ini adalah kasus Astra, dimana William Suryajaya bersedia menjual saham-saham perusahaan yang dimilikinya, dan uang penjualannya itu (yang merupakan kekayaan pribadi) digunakan untuk membayar pinjaman-pinjaman perusahaan yang dijaminkan atas nama pribadi.

Sebaliknya, hak atas perusahaan juga didapat juga sebesar kepemilikannya saja.  Sebagai contoh, dalam pembagian keuntungan di perusahaan dikenal dengan nama dividen.  Jumlah dividen yang dibagikan ditentukan dalam rapat pemegang saham.  Misalnya ditentukan, keuntungan perusahaan 50% dibagikan dalam bentuk dividen, 35% dimasukkan ke dalam perusahaan untuk pengembangan, dan 15% sebagai bonus tim manajemen.  Dari 50% itulah keuntungan yang dibagi-bagi ke para pemilik saham.  Pemilik saham yang memiliki 45% saham, akan mendapatkan 45% dari 50%, dan seterusnya.

Mengenai pembagian dividen ini, saya kira hal ini baik untuk pendisiplinan para pemegang saham, karena di PT, pembagian dividen dilakukan setiap tahun dan harus mendapat persetujuan mayoritas pemegang saham (di atas 50%).  Dengan demikian, penarikan uang ke kas pribadi secara sistem tidak dapat dilakukan begitu saja seperti dalam bentuk usaha perorangan, tetapi harus melalui prosedur.

Keuntungan yang kedua adalah Kemampuan Mengumpulkan Modal dari sebuah PT.  Karena bentuk peraturan yang prosedur yang jelas dalam sebuah PT, dapat membuat perusahaan menjadi sebuah sistem yang besar hingga tidak terbatas.  Dengan demikian, kemampuan untuk mencari modal menjadi lebih mudah.  Pencarian modal dapat dilakukan dengan menjual saham dengan harga yang lebih tinggi, atau dengan mencari pinjaman.  Sebagai contoh, ada sebuah PT yang tadinya kecil, modal hanya 100 juta dan saham dimiliki oleh pak Alif.  Perjalanan menunjukkan perkembangan dan modal menjadi 200 juta.  Pak Alif  merasa perlu dana untuk pengembangan usahanya, dapat menjual saham misalnya sebesar 40% atau 80 juta kepada pak Badrun.  Dengan demikian perusahaan mendapat dana segar sebesar 80 juta rupiah, dan kepemilikan modal berubah menjadi 60% pak Alif dan 40% pak Badrun.

Keuntungan yang ketiga adalah Pemindahan Kepemilikan.  Dari keuntungan yang kedua sebetulnya sudah dapat ditunjukkan bahwa kemungkinan untuk mencari dana yang lebih besar dapat dimungkinkan karena adanya pemindahan kepemilikan. Demikian pula bila pemilik saham merasa tidak mau memiliki saham, dan mau mewariskan ke anak-anaknya atau orang lain, maka saham dapat dijual.  Pemindahan kepemilikan juga menjadikan dapat timbulnya pasar modal yang saat ini juga merupakan barometer perekonomian sebuah negara (walau pun banyak juga praktek-praktek di pasar modal yang mendorong spekulasi).

Dengan pemindahan kepemilikan juga memungkinkan timbulnya bisnis baru yaitu bisnis investasi dimana ada perusahaan yang kerjanya adalah memonitor kinerja perusahaan-perusahaan yang ada, dan memberi nasihat kepada calon investor saham perusahaan apa yang baik untuk dibeli.  Dengan pemindahan kepemilikan juga memungkinkan seseorang untuk memiliki bisnis tanpa memulai dari awal.  Bila anda memiliki dana yang besar, anda dapat membeli sebuah atau beberapa perusahaan, menjadi pemegang saham mayoritas, dan dapat menjalankan perusahaan baik secara langsung, atau pun melalui manajer-manajer professional yang anda kendalikan.  Bila anda sempat menonton film “Wall Street” digambarkan disitu orang yang bisnisnya adalah membeli perusahaan (biasanya yang kinerjanya buruk), kemudian diperbaiki, dan dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi. Prinsipnya, sama seperti jual beli mobil bekas: beli, perbaiki dan jual lagi.

Dari keuntungan ketiga, bentuk perusahaan PT memiliki keuntungan keempat yaitu memungkinkan perusahaan untuk Berjalan Selamanya.  Sebagaimana digambarkan di atas, dengan dapat diperjualbelikannya saham PT, maka perusahaan akan tetap berdiri, walau pun para pendiri dan pemiliknya selalu berubah-ubah.  Saham juga dapat diwariskan atau dihibahkan kepada siapa pun pemilik saham menghendakinya.  PT berhenti apabila memang dalam anggaran dasarnya disebutkan lama berdirinya, atau dinyatakan pailit.  Namun demikian, sebelum sebuah PT dinyatakan pailit, apabila ada orang yang mau membeli saham dan membayarkan hutang-hutang perusahaan, maka PT itu dapat beroperasi lagi dan tidak jadi dibubarkan (likuidasi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *