Seri UKM: Bisnis Perorangan sebagai Salah Satu Bentuk Perusahaan

Tyas Utomo Soekarsono, Juli 2001,
Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia 2001-20010

Salah satu keputusan pertama yang harus ditentukan dalam memulai sebuah usaha adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha anda.  Terkadang kita menganggap kepemilikan sebagai hal yang sepele dan bisa ditentukan kemudian. Padahal, dengan semakin besarnya bisnis anda, bentuk kepemilikan dan legalitas yang tadinya kita anggap remeh, tiba-tiba menjadi penghambat usaha anda dalam berkembang.

Ada bebeberapa bentuk kepemilikan perusahaan: perusahaan perorangan, kemitraan dan perseroan.  Setiap bentuk perusahaan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.  Tulisan kali ini akan saya kemukakan kelebihan dan kekurangan bentuk usaha perorangan.

Kelebihan  Usaha Perorangan

Perusahaan Perorangan adalah perusahaan yang dikelola oleh satu orang orang saja.  Kelebihan perusahaan perorangan merupakan bentuk yang paling mudah dibentuk   Di Indonesia, karena hukum dan peraturan yang tidak jelas, bentuk perusahaan perorangan sebagian besar tidak memiliki legalitas yang jelas.  Setiap orang dapat membuka usaha di mana saja kapan saja.  Sedangkan di negara maju, walau pun perusahaan perorangan, tetap memerlukan izin.  Namun demikian, kepengurusaan izin di negara maju tidaklah seperti di Indonesia yang memakan waktu dan biaya.

Perusahaan perorangan pun murah untuk memulai.  Tidak perlu biaya legalitas yang sebagaimana diperlukan oleh bentuk usaha lain.  Konsepnya adalah sang pemilik adalah bisnis itu sendiri, sehingga boleh dibilang tidak perlu mendirikan kantor dsb kalau memang belum diperlukan.  Ada seorang teman saya konsultan yang jasanya banyak digunakan oleh bupati-bupati di Indonesia.  Pada saat saya menanyakan perusahaanya, dia bilang “saya tidak perlu perusahaan untuk menjalankan bisnis saya.  Orang sudah tahu bisnis saya dan kenal saya.  Kantor saya adalah dimana saya dijadikan konsultan”.

Insentif keuntungan menjadi bagian yang cukup menarik untuk mendirikan perusahaan perorangan.  Bila kita mendapat proyek, maka seluruh keuntungan akan menjadi bagian kita.  Tidak perlu berbagi.

Selain tidak perlu berbagi laba, keputusan dapat diambil sendiri.  Keputusan yang diambil sendiri biasanya dapat diambil dalam waktu cepat, dan hal ini merupakan keuntungan sendiri dalam bisnis.  Sebagaimana kita sadari, pada waktu usaha masih kecil, segala keputusan masih dapat dilakukan dengan cepat sehingga usaha menjadi lincah.  Namun bila semakin besar, maka keputusan tidak dapat diambil dengan cepat, karena harus melewati prosedur, struktur dan sebagainya yang membuat keputusan lebih lambat diambil.  Mengambil keputusan sendiri juga merupakan kepuasan bagi orang-orang yang berkarakter independen.

Kelebihan terakhir adalah mudahnya untuk menghentikan usaha bila tidak ingin dilanjutkan, walau pun barangkali masih ada tanggung jawab pribadi yang harus diselesaikan.

Kelemahan Usaha Perorangan

Kewajiban tidak terbatas adalah kelemahan yang terbesar dalam bentuk usaha perorangan ini.  Karena sang pemilik adalah bisnis itu sendiri, maka segala sesuatu yang dilakukan oleh pemilik dalam bisnisnya, identik dengan keputusan bisnis.  Bila pemilik meminjam uang kepada kreditor dan gagal, maka kreditor akan melihat sang pemilik yang bertanggung jawab atas hutang itu sendiri, tanpa perlu tahu apakah bisnis itu masih berjalan atau tidak.  Oleh karena itulah, seringkali, dalam perusahaan perorangan, kesalahan dalam bisnis menyebabkan kegagalan usaha, hutang yang bertumpuk dan dapat menghancurkan kondisi keuangan pribadi.

Kelemahan yang kedua adalah keterbatasan.  Sudah barang tentu mengerjakan sesuatu, berpikir, dan melakukan sendiri identik dengan keterbatasan.  Pepatah mengatakan: dua kepala lebih baik dari satu kepala.  Dalam Islam kita mengenal kekuatan syuro.  Apabila usaha kita semakin dikenal, seringkali permintaan pelayanan semakin meningkat dan meluas.  Artinya, terkadang kemampuan dan keahlian pemilik bisnis menjadi terbatas.  Padahal saya percaya bahwa keberhasilan bisnis adalah kemampuan untuk berkembang.

Dengan keterbatasan yang ada, perusahaan perorangan biasanya menjadi kurang berkesinambungan.  Seringkali saya mendengar pernyataan kawan-kawan saya yang bilang “bisnis apa pun pernah saya jalani: jual buku, madu, baju muslim, kertas dsb, tapi tidak ada yang jalan sampai sekarang tuh… musiman saja” .  Tentu saja demikian.  Pada saat kita memulai, kita tidak memerlukan biaya, sehingga pada saat kita memutuskan untuk tutup, kita tidak perlu biaya pula.  Dengan kemudahan inilah seringkali usaha perorangan jadi mudah “tergoda” untuk menutup usahanya.  Istilahnya: easy come, easy go.

Keterbatasan ini juga terkadang yang menyebabkan seorang usaha perorangan menjadi merasa terisolasi.  Tidak adanya teman diskusi, sementara tanggung jawab yang dipikul sedemikian besar menjadikan perasaan berat dalam menjalankan usahanya.

Keterbatasan memperoleh dana merupakan kelemahan terakhir yang dihadapi oleh bisnis perorangan.  Karena kewajiban yang tidak terbatas, jumlah modal yang dimiliki dalam memulai bisnis identik dengan kekayaan pribadi yang dimiliki.  Bila kita tidak memiliki kekayaan pribadi yang cukup besar sebagai modal awal, hal ini akan menjadi lingkaran setan kita dalam mencari dana.  Keterbatasan dalam berkembang terkadang membuat pihak sumber dana kurang percaya dengan prospek usaha kita.  Lebih jauh lagi, bentuk hokum perusahaan perorangan yang biasanya informal juga terkadang membuat pemilik dana enggan untuk meminjamkan uangnya.

Demikianlah beberapa kelebihan dan kekurangan bentuk usaha perorangan ini, semoga dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan dalam memulai bisnis kita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *